Mpapstereo’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

artikel puasa ramadhan

Ramadan 1428 datang menghampiri kita. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ramadan kita sambut dengan semangat suka cita, Marhaban ya Ramadan! Terkandung juga semangat perubahan di dalamnya. Berubah dan berbenah ke arah yang lebih baik, seperti pesan puasa itu sendiri.

Bertahun-tahun Ramadan datang, namun tetap saja masyarakat kita begini-begini saja. Tingkat korupsi malah meningkat tinggi, bahkan seolah sudah mendarah daging dalam berbagai sektor masyarakat. Jumlah penduduk miskin tidak malah berkurang. Vandalisme merajalela, main serobot hak orang lain makin membabi-buta, tingkat konsumerisme yang tinggi. Pemakaian narkoba, minuman keras, perselingkuhan, dan perjudian masih tetap jalan.

# Peran Penting Puasa

Puasa Ramadan mengajarkan kepada kita betapa pemenuhan hawa nafsu harus dikendalikan. Pengendalian hawa nafsu ini sangat penting untuk menghindari kejatuhan manusia dari makhluk spiritual. Sebab, jika bandul keseimbangan spiritualisme manusia terus terseret pada ekstrem pemenuhan kebutuhan material, maka manusia tak ubahnya seperti binatang, yang sebagian besar hidupnya diabdikan untuk pemenuhan kebutuhan lahiriyah semata.

Adanya unsur kejadian non-material (ruh) itulah yang membedakan, bahkan melebihkan atau membuat lebih, manusia dibandingkan makhluk lainnya. Karena itu pula, Allah memerintahkan makhluk lain (malaikat) untuk bersujud kepada Adam, “bapak” manusia (Al Hijr/15:29). Dengan demikian, predikat manusia sebagai “puncak” ciptaan Allah bukan semata didasarkan kepada keunggulan fisik-material, melainkan justru terletak pada keunggulan non fisik-material, yang tidak dimiliki makhluk lain.

Di samping melatih pengendalian hawa nafsu, puasa Ramadhan juga mengasah kepekaan sosial (aras psikososial) pelakunya. Mereka dianjurkan untuk memperbanyak kebaikan kebaikan sosial (sedeqah, saling tolong menolong). Mereka pun diarahkan untuk meninggalkan kejahatan-kejahatan sosial (menghardik, mencela, bertengkar).

Dalam Islam, orang yang berpuasa bukan saja diukur dari parameter fisikal (tidak makan, minum, dan berhubungan suami istri), melainkan juga dinilai dari perilaku sosialnya. Bahkan puasa menjadi semacam garansi bagi pelakunya untuk tidak berbuat hal-hal yang merugikan.

“Sesungguhnya puasa adalah sebagai penghalang bagi kamu untuk tidak berbuat hal-hal yang tercela,” sabda Rasulullah SAW. Apa artinya? Ternyata Islam sangat berkepentingan untuk membangun masyarakat yang beradab.

Di sinilah peran penting puasa Ramadhan. Manusia beriman pasti bangga dan terharu menyambutnya. Inilah kesempatan terbaik bagi manusia modern untuk kembali pada jati dirinya sebagai makhluk spiritual.
Marhaban ya Ramadhan!

No Responses ke “artikel puasa ramadhan”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.